Senin, 03 Desember 2012

Mati Rasa






Ditusuk jarum suntik yang berisi cairan entah apa, yang tiba-tiba tidak peka apapun.
Ternyata itu yang namanya bius
Aku dibius sebanyak 6kali, sebanyak itu pula tajamnya jarum menusuk bagian tubuhku

Tapi syukurlah, aku tak merasa sakit sedikitpun
Walaupun selama sejam, alat-alat kedokteran itu tak ada iba terus mencabik






Ah kau tau, sayang, apa yang ku pikirkan tentang itu?
Kalau saja ada semacam suplemen atau bentuk liquid yang bisa menginjeksi hatiku agar kebal terhadap rasa sakit yang tak pernah sirna dengan kisaran waktu yang agak lama, atau rasa kecewa penerbit luka


Itu hanya berandai, sayang
Yah sejak kehilanganmulah aku pandai berandai-andai





fidget




----------
Posted with Blogger for BlackBerry

Minggu, 02 Desember 2012

Tumpahlah !




Langitnya cerah, sayang, tapi kok hujan ya ??



Jadi seperti titik bulir hujan yang menembus sela-sela cahaya mentari



Aku menunggu hingga puluhan menit, tapi masih saja sama
Tetap langit yang cerah, namun derasnya hujan semakin mengguyur aspal jalan ini

Seperti aku, mungkin, ketika beraut cerah namun aku sudah tidak sanggup menahan sedihnya kerinduanku, lalu setelahnya mengalir begitu saja air yang tumpah dari retina
Ya, berpura-pura kuat namun ada batasannya




Mungkin inilah pesan yang ingin disampaikan langit, ketika kita tak sanggup berpura-pura kuat menahan beban, maka tumpahkan segala seperti sediakala


@Es Palu Butung , ITS







fidget


----------
Posted with Blogger for BlackBerry

Sabtu, 01 Desember 2012

Masih Ingatkah ??




Kapan terakhir kita melewati jalan ini, sayang ??
Kapan?
Coba jawab ?
Kapan ?
Apa yang kamu ingat dari sepanjang jalan ini? Apa ??



Kini, aku disini, sendiri
Tanpa kamu, ya tak ada kamu yang memboncengku seperti dulu
Aku yang harus mengurai semua sendiri, tentang kita disini




Tepat bulan Ramadhan dipertengahan, saat itu kamu mengajakku untuk berbuka bersama seperti pada tahun sebelumnya

Yang ku lakukan sepanjang menulusuri tempat ini hanyalah memelukmu secara rapat dan sebisanya erat sekali
Sebab saat itulah aku hanya merasa damai yang tak terkira bersamamu, sayang
Bukan, ini bukan seperti hari pada bulan Ramadhan seperti biasanya
Aku bahkan berkecamuk dengan segala rasa yang terlalu mengikat dan takut yang teramat kehilanganmu.
Aku sendiri tak ingin merasakan hal serupa ini, menyiksaku !!




Segala rasaku untukmu, entah sayang, cinta, tulus, rindu, marah, kecewa, ya semuanya yang kurasakan padamu saat itu tumpah ruah menjadi buliran-buliran yang pada akhirnya menetas memecah keringnya pipiku pada pundakmu
Semakin saja ku kencangkan pelukanku padamu, seperti inilah terakhir aku bisa memelukmu dan menjadi bagian dari hidupmu.
Sesak !!! Tetibanya sesak!!
Apa ?? Gila !! Asumsi apa itu !!!


Aku terus-menerus menghardik pemikiranku
Kacau, balau


"Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
Kita lalui
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s'lamanya"

Ku dengar sayup-sayup lagu itu kau senandungkan




"Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu
Sampai nanti akan s'lalu
Bersama dirimu"

Semakin saja kau meneruskan


Aku hanya tersipu diam
Seperti memedam malam,
Merekam

Segala sesuatu yang terjadi detik ini adalah akhir dari kita, tentang kita, yang menjadikannya aku dan kamu
Lagi-lagi pemikiranku memaksakan untuk menlontarkan kalimat itu




Selebihnya hanya gelap
Pengap


Memang benar, lalu hingga ku tulis ini, tak pernah ada kita lagi
Hanya aku dan kamu dalam angan , dalam kenangan








@Jln. Pahlawan, Sidoarjo




fidget




----------
Posted with Blogger for BlackBerry

(Masih) Kosong


Gini nih kalau makan dipinggiran jalan kaki lima
Asik 





Diiringi suara pengamen jalanan yang beriuh dengan gendang dan paduan gitarnya
Belum lagi, lalu lalang kendaraan yang lampunya menyorot gerak-gerikku yang hanya tertutup selapis kain spanduk yang berlatarbelakang tulisan "Warung Ceker Lapindo', begitu




Aku menyukainya, sayang
Suasana yang ramai namun mendamaikan hati, seperti terlempar didunia imajiku sendiri, yang aku larut dengan angan kosong tentang . . . ?? Ah aku sendiri mulai tak mengerti, sedang yang kupikirkan hanya ada ketika aku menghadirkannya dihadapanku
Sebatas itu saja,
Entah, aku mulai nyaman dan . . . bertahan
Bertahan ??
Ya, dengan segala yang tidak ada bentuk ketidaknyataannya
Lalu ?? Apa ??
Tetap saja kosong
KOSONG




@Alun-alun Sidoarjo







fidget





----------
Posted with Blogger for BlackBerry

Hanya Sejengkal




Menikmati Ceker Lumpur Lapindo



Tepat sejengkal saja dari jejak kenangan kita, hanya sejengkal
Coba saja langkahkan kakimu, sayang, ayooo !!

Terobos semua luka, teroboslah secepatnya !
Sebelum buliran hujan menderai hapus segala yang pernah kita ukir disini
Sebab kulihat pekatnya langit mulai mengungu merah, seperti memendam rindu yang siap ditumpahkannya pada bumi


Cepatlah, sayang, bergegaslah !!
Aku menunggumu






@Alun-alun Sidoarjo





 fidget




 ----------
Posted with Blogger for BlackBerry





Kirimkan Tanyamu

Sedang perjalanan pulang sehabis menghadiri bedah buku "Cemburu itu Peluru" dengan penulisnya juga, Kika Dhersy Putri







Aku banyak belajar disini, sayang

Nah kamu mau tau tentang apa saja yang bisa kupetik, dan yang sudah mampu membuatku mematrikannya disini, dihatiku dan pikiranku ??
Agar aku dapat mengekalkan setiap kata yang mungkin akan terlupa bilamana hanya diurai tulis pada little noteku
Bolehlah, kamu mengirimkan pesan pada ponselku
Lagi pula lama sekali tak terbersit atau bahkan ku lihat tampaknya aku tak menyimpan deretan angka yang menyusun nomormu itu




*Baru saja hendak makan, sudah ada yang menjemput untuk menikmati Sabtu malam


Untukmu, sayang
Have a nice nite :)



@Jln. Undaan






fidget





----------
Posted with Blogger for BlackBerry

December

Desember, cepat sekali kau menjemput November
Kupikir kau takkan ingkar seperti NovembeRain itu kan ?






Tolong bawakan untain hujan, bukan setiap hari, melainkan semampumu untuk menghadirkannya
Aku takkan memaksamu, sebab aku telah belajar berpasrah ketika merelakan kehilangan






Desember, terimakasih
Pada penghujung awal sudah kau sambut hariku dengan kaca jendela kamar yang masih basah subuh tadi, penuh titik-titik buliran air yang menempel semacam embun pada daun


Welcome December :")




----------
Posted with Blogger for BlackBerry